Tandun (Kampar), Suarapergerakan.com– Bulog Kampar menggelar pelatihan simulasi tanggap bencana yang melibatkan sinergi lintas instansi guna meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan kerja. Kegiatan ini berlangsung di salah satu gedung Bulog Kampar yang berlokasi di Tandun, dimulai pukul 09.00 WIB, (Kamis, 19/06/2025).
Agenda dimulai dengan pengenalan berbagai peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tersedia di lingkungan kerja Bulog. Selanjutnya, para peserta juga diajak memahami prosedur dan arah evakuasi dalam situasi darurat.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh instruktur bersertifikasi nasional, Tria Nugraha, yang menegaskan pentingnya kegiatan ini tidak hanya bagi Bulog Kampar, tetapi juga seluruh pelaku usaha—baik sektor swasta maupun instansi pemerintahan. Menurutnya, pelatihan ini merupakan implementasi dari Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Daerah (Perda) yang merujuk pada regulasi Kementerian terkait mengenai kesiapsiagaan bencana dan penggunaan alat proteksi.

“Pelatihan ini wajib dilakukan oleh setiap pemilik bangunan gedung. Tujuannya bukan hanya untuk mematuhi regulasi, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja. Ini sekaligus menjadi salah satu syarat penting dalam memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan sertifikasi ISO 45001:2018,” ujar Tria kepada awak media.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Cabang Bulog Kampar, Bapak Eko Nugroho, yang telah memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Tria menilai Eko sebagai contoh pemimpin yang taat pada peraturan dan memiliki komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja.

“Kepatuhan beliau terhadap regulasi K3 dan kepeduliannya terhadap keselamatan staf adalah teladan bagi pimpinan lainnya. Ini penting agar kita dapat menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan produktif,” tambah Tria.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh pelaku usaha di Kampar untuk segera memiliki SLF dan sertifikasi K3 dalam menjalankan aktivitas usahanya. Dengan begitu, tercipta ekosistem kerja yang lebih profesional dan berdaya tahan terhadap risiko bencana. (***)





