Disdikpora Kampar Perkuat Arah Kebijakan Pendidikan, Hadir di Forum Nasional Bahas MPLS Ramah Anak

Medan, Suarapergerakan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di Medan, Sumatera Utara, pada 15–17 April 2026.

Plt. Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, yang diwakili oleh Kepala Bidang PAUD, Taufiq Wahyudisyah, hadir langsung dalam forum tersebut bersama jajaran sebagai bagian dari upaya memastikan Kabupaten Kampar tetap berada di garis depan dalam implementasi kebijakan pendidikan nasional.

Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk terlibat langsung dalam penyempurnaan kebijakan MPLS yang lebih edukatif, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak.

Taufiq Wahyudisyah menegaskan bahwa kehadiran Disdikpora Kampar dalam forum ini bukan sekadar partisipasi, melainkan bentuk keseriusan daerah dalam menyerap sekaligus berkontribusi terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa Kabupaten Kampar tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga bagian dari proses perumusan. Ini penting agar kebijakan yang lahir benar-benar relevan dan aplikatif di daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa konsep MPLS ke depan harus mampu menciptakan pengalaman awal sekolah yang menyenangkan dan bebas dari praktik-praktik yang tidak mendidik.

“MPLS harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan membangun karakter anak sejak hari pertama. Tidak boleh ada lagi praktik yang berpotensi menimbulkan tekanan atau perundungan,” tegasnya.

Selama forum berlangsung, berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, mulai dari pendekatan pengenalan lingkungan sekolah yang ramah anak hingga penguatan sistem pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber dari kementerian serta praktisi pendidikan nasional.

Menurut Taufiq, forum ini juga membuka ruang kolaborasi antar daerah dalam berbagi praktik baik (best practice) terkait pelaksanaan program pendidikan yang inovatif dan adaptif.

“Kita banyak belajar dari daerah lain. Ini menjadi bekal penting untuk kita terapkan di Kampar dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan lokal,” jelasnya.

Melalui keikutsertaan ini, Disdikpora Kampar menegaskan komitmennya untuk segera mengadopsi dan mengimplementasikan kebijakan MPLS yang lebih berkualitas, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Kampar mendapatkan pengalaman pendidikan yang positif sejak awal. Ini adalah fondasi penting dalam membentuk generasi unggul ke depan,” tutupnya.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendukung transformasi pendidikan nasional, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak secara optimal. (Adv)

Pos terkait