Disdikpora Kampar Apresiasi Sukses Pacu Sampan HUT ke-76, Budaya dan Kebersamaan Kian Menguat

Oplus_16908288

Bangkinang, Suarapergerakan.com – Penutupan lomba pacu sampan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kabupaten Kampar berlangsung meriah di Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi penegas kuatnya nilai budaya dan kebersamaan masyarakat Kampar.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Helmi, diwakili Sekretaris Disdikpora Zulkifli Yunus, turut hadir dalam penutupan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah, yang dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan serta tingginya partisipasi masyarakat.

“Pacu sampan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas budaya kita sebagai masyarakat Kampar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.

“Membangun Kampar tidak hanya dengan tenaga dan pikiran, tetapi juga dengan hati. Kebersamaan yang kita lihat hari ini adalah kekuatan besar untuk membawa Kampar menuju kemajuan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Kampar, Zulkifli Yunus, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pacu sampan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Pacu sampan adalah bagian dari identitas budaya yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Disdikpora Kampar berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga mengandung nilai budaya dan pembinaan karakter generasi muda.

“Kami melihat ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Nilai sportivitas, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya lokal harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” jelas Zulkifli.

Dengan berakhirnya perlombaan ini, pacu sampan diharapkan tetap menjadi tradisi yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menjadi kebanggaan daerah yang mampu memperkuat identitas Kabupaten Kampar di masa mendatang. (Adv)

Pos terkait