Kaban Bapenda Kampar Hadiri Ayo Onam, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pelestarian Tradisi

Oplus_16908288

Bangkinang, Suarapergerakan.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kampar, Zamhur, menghadiri prosesi pelepasan ziarah kubur dalam rangka tradisi Ayo Onam 1447 Hijriah yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, Sabtu (28/03/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Perkuburan Musyiro, Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, termasuk Forkopimda, kepala OPD, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, menjadi simbol kuatnya komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat Kampar.

Prosesi berlangsung dengan suasana khidmat. Ratusan masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan berjalan kaki dari Kampung Godang menuju area pemakaman, kemudian dilanjutkan hingga ke makam pahlawan Datuk Tabano di Desa Muara Uwai. Interaksi yang terjalin menunjukkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat dalam momentum keagamaan tersebut.

Di sela kegiatan, Zamhur menegaskan bahwa tradisi Ayo Onam bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki makna mendalam dalam membangun nilai kebersamaan dan identitas daerah.

“Tradisi ini adalah warisan yang tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Ini yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menilai, pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan daerah, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya.

“Pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal angka dan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga jati diri daerah. Tradisi seperti Ayo Onam ini adalah bagian dari kekuatan itu,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah dalam kegiatan adat dan keagamaan menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Kami di pemerintah daerah harus hadir, bukan hanya dalam program pembangunan, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai yang hidup di masyarakat,” tambah Zamhur.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama di makam Datuk Tabano, sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus harapan akan keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat Kampar.

Momentum Ayo Onam ini diharapkan terus menjadi pengikat antara nilai tradisi dan kehidupan modern, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Kampar yang berkarakter dan berbudaya. (Adv)

Pos terkait