Bangkinang, Suarapergerakan.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat pendidikan karakter generasi muda kembali ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Helmi, pada Festival Lomang Ayo Onam ke-II yang digelar di Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Jumat (27/3/2026).
Festival yang dibuka langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar ini berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif masyarakat yang secara gotong royong memasak lomang, sebagai bagian dari tradisi Ayo Onam yang sarat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur.
Kehadiran Kadisdikpora dalam kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sekaligus menegaskan arah kebijakan Disdikpora dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Helmi menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti Festival Lomang Ayo Onam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam identitas budaya.
“Kegiatan seperti ini harus kita dorong menjadi bagian dari proses pendidikan. Anak-anak kita tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memahami dan mencintai budaya daerahnya,” ujarnya.
Ia menilai, festival ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang efektif bagi generasi muda untuk mengenal langsung nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar festival, tetapi ruang edukasi yang nyata. Di sini anak-anak belajar tentang kebersamaan, gotong royong, dan menghargai tradisi,” tegas Helmi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Disdikpora Kampar akan terus mendorong agar kegiatan budaya dapat terintegrasi dengan program pendidikan dan kepemudaan secara berkelanjutan.
“Kami ingin budaya tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi menjadi bagian dari sistem pembelajaran dan pembinaan karakter generasi muda,” tambahnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan budaya menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan tradisi di tengah arus modernisasi.
“Kalau generasi mudanya tidak terlibat, maka budaya akan perlahan hilang. Karena itu, kami terus membuka ruang agar mereka menjadi bagian dari pelestarian ini,” jelasnya.
Festival Lomang Ayo Onam ke-II ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai media edukasi dan promosi budaya yang mampu memperkuat identitas serta kebanggaan masyarakat Kabupaten Kampar.
Dengan pendekatan yang menggabungkan budaya dan pendidikan, Disdikpora Kampar menegaskan perannya sebagai motor penggerak dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal. (Adv)







